Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Onani Yang Dibolehkan

Ternyata memang dalam agam Islam ternyata ada juga onani atau masturbasi yang diperbolehkan. Meskipun dalam hukum  asal kata onani menurut kebanyakan kata ulama mengatakan adalah haram. 

Onani yang di bolehkan
Onani yang di perbolehkan

Karena seseorang yang mencari kenikmatan dengan cara yang tidak ada tuntunannya didalam agama kita. Namun ada juga yang mengatakan onani yang halal.

Sebelum panjang lebar membahas onani dan masturbasi yang dihalalkan sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang dasar dan batasan hubungan  suami istri.

Sebenarny Islam mengizinkan para pasangan suami istri untuk melakukan usaha apapun dalam rangka mencari kepuasan di ranjang yang dapat menyehatkan tubuh. Dengan catatan bahwa tidak melanggar yang dilarang dan terlarang ,seperti hubugan badan ketika haid dan hubungan melalui lubang dubur.

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasi syariah sepasang suami istri diperbolehkan menikmati anggota badan pada pasangannya sepuas puas dirinya sendiri, sekalipun sampai menyebabkan orgasme. Jika memang ini yang dikatakan onani, maka yang ini adalah onani yang halal.

Di antara dalilnya,

 “Orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.”  (QS. Al-Mukminun: 5 – 7)

Kemudian pula, di ayat lain, Allah berfirman,

 “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.” 

(QS. al-Baqarah: 222)

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelasakan interaksi yang boleh dilakukan antara suami istri ketika sedang haid.

Onani dengan Tubuh Istri Hukumnya Halal

Abu Yusuf menceritakan,

Saya pernah bertanya kepada guruku Imam Abu Hanifah, tentang suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya agar bergerak (membangkitkan syahwat), apakah menurut Anda ini bermasalah?

Jawab Imam Abu Hanifah rahimahullah,

 “Tidak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya.” (Tabyin al-Haqaiq, 16/367)

Beliau telah memahami, usaha para suami untuk membahagiakan istrinya atau upaya sang istri untuk membahagiakan suaminya, bukan usaha yang sia-sia belaka, karena itu semua tercatat sebagai suatu pahala.

Istri Dilarang Menolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

 “Apabila suami mengajak istrinya untuk berhubungan, lalu istri menolak dan suami marah kepadanya maka dia dilaknat para malaikat sampai subuh.”(HR. Bukhari 3237 dan Muslim 1436)

Berdasarkan hadis ini, ulama melarang keras para wanita yang menolak ajakan suaminya dalam batas yang dibolehkan syariat.

Imam Zakariya al-Anshari – seorang ulama madzhab Syafii – mengatakan,
Terlarang keras bagi istri untuk menolak ajakan suami untuk bercumbu dengannya dalam batas yang dibolehkan saja, Karena wanita ini menolak hak suami, sementara itu membahayakan badan suami. (Asnal Mathalib, 15/230). WAllahu a’lam

Post a Comment for "Onani Yang Dibolehkan"